.: Tunjukkan Arahmu :.

March 27th, 2009

Rasa ini begitu memuncak kurasa
Layaknya pendaki saat mengukir atap bukit dengan jejak2 sang petualang
Berilah arah untuk bahagiaku menuju kemulyaan
Agar tak tersesat oleh fatamorgana ciptaan makhluk penghuni jahanam

*Saat sentuhanMu kurindu

The End

.: Kutitip Rasa Ini :.

March 20th, 2009

Ku titipkan rasa ini padamu.
Aku sungguh tak mampu menjaganya.
Hatiku ini terlalu lemah untuk itu.
Kau saja yang tentukan.
Kau saja yang pilihkan.
Aku… ingin hanya kau yang hadir dibalik bahagiaku.
Engkaulah kesempurnaan itu

* karna engkau Tuhanku

The End

.: Hanya Bisa Tersenyum :.

November 10th, 2008

Mimpi itu kini telah lenyap
Bukan hilang
Hanya tak nampak lagi daalam pandanganku
Mimpi itu kini telah terwujud
Ya… kini nyata adanya
Namun bukan dalam kenyataanku

Aku hanya berusaha tersenyum
Bukan untuk menghibur laraku
Hanya untuk melihatmu bahagia

* aku hanyalah sebaris kisah yang telah tuhan tuliskan dalam catatan hidupmu. Dan mungkin tercatat dalam bab butir2 debu kehidupan.

The End

.: Luka :.

October 2nd, 2008

Rasa sakit yang timbul karena luka ternyata bukan semata2 dikarenakan besar kecilnya luka.
Besar kecilnya rasa sakit itu juga dipengaruhi dimana luka itu berada.
Luka dengan ukuran yang sama, akan berbeda rasanya jika terletak ditempat yang berbeda.
Luka sebesar ujung kuku akan terasa lebih menyiksa jika letaknya diujung lidah ketimbang jika luka itu berada di lutut.

Seburuk2nya tempat luka itu adanya dihati.
Luka dihati itu susah untuk disembuhin.
So… sebisa munkin jangan deh nempatin luka itu dihati, karena rasanya sakit minta ampun (*liriknya mulan feat dewi2).
Sebaliknya, jangan sampe kita bikin luka di hati orang.

Kalo udah terlanjur gimana?
Ya kan ngga ada manusia yang luput dari kesalahan.
Minta maaf itu jalan yang terbaik.

Berhubung masih suasana lebaran, gue mau nyelipin pesan di postingan ini.
Untuk Yang pernah merasa terluka sama tingkah gue…
Gue cuma bisa minta maaf.
Mudah2an luka itu bisa sembuh dan ngga menimbulkan efek apa-apa setelahnya.

The End

.: Si Bedul :.

August 16th, 2008

Pada suatu hari dikantornya si bedul ada upacara bendera. upacara itu emang rutin dilakuin tiap taunnya. maklum lah, si bedul kerja disebuah BUMN. jadi ya…. wajib hukumnya ngadain upcara.

karena si bedul adalah bagian dari BUMN tersebut, mau ga mau, suka ga suka, sibedul juga harus ngikutin tuh ritual taunan.

tadinya sibedul males2an untuk ikut. tapi demi negara tercinta dan absensi yang jadi salah satu penilaian performa karyawan, ya si bedul ikut aturan maen deh. pertama dateng, sibedul bener2 ngerasa ga nyaman. dia udah ngebayangin harus "berjemur" layaknya di pantai kuta. langit lagi cerah2nya. matahari lagi semangat2nya manas2in penduduk bumi. dan emang bener upacara berjalan dengan kondisi terik.

upacara berjalan, dan si bedul berusaha mengambil hikmah dibalik apa yang dia jalanin. akhirnya dia menemukan sesuatu. waktu lagu indonesia raya diperdengarkan bersamaan dengan pengibaran bendera putih merah yang dibalik, tiba2 dia ditarik ke masa2 perjuangan. pikirannya terus ngebayangin masa2 para pahlawan berjuang memerdekaan indonesia ini.

akhirnya dia dengan khidmat dan dengan kerelaan hati menjalankan upacara bendera itu ( ca elaaah…. so banget sih si bedul ).

ga berenti sampe disitu, si bedul labih jauh lagi berpikir. dia ngelakuin itu semua demi menghormati jasa para pahlawan yang udah berjuang dulu. terus dia nanya ke dirinya sendiri : "kalo demi orang yagn belum tentu masuk surga aja dia mau ngelakuin itu semua, kenapa engga untuk yang nyiptain tuh orang". "kalo berdiri setengah jam lebih untuk upacara aja kuat, kenapa untuk beribadah yang mungkin ga makan waktu selama itu keluhannya macem2".

si bedul merenung ditengah manusia2 yang kaya cacing kepanasan karena matahari terasa semakin terik. dia merenung tentang siapa dia, untuk apa dia di dunia, kemana dia akan melangkah, dan apa tujuan akhir dari kehidupan. berpikir sana-sini, sini-sono, yang dia dapet cuma benang merahnya aja. dia dapet satu kata yaitu agama.

setelah merenung cukup lama, sampe upacara hampir selesai…. dia menemukan kembali satu kata yaitu tuhan. dia adalah ciptaan tuhan, tuhan ga nyiptain dia untuk apa2 kecuali untuk ibadah, dan tujuan akhir yang paling dinanti nanti adalah surga ciptaan tuhan.

mulai saat itu dia berjanji pada dirinya sendiri untuk kembali pada tuhan. untuk menomor satukan tuhan. menjadikan tuhan sebagai tujuan akhirnya.

mari kita sama2 mendoakan si bedul itu supaya ga jadi orang munafik yang cuma bisa janji dan ga bisa ditepati. mari kita doakan supaya sibedul bisa kembali ke jalur yang seharusnya dia berjalan.

The End